Indonesia – SpaceX menjadi sorotan investor karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar lewat bisnis peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, dan peluang ekspansi ke teknologi masa depan. Namun, valuasi perusahaan milik Elon Musk itu juga dianggap sangat tinggi sehingga keputusan membeli sahamnya perlu ditimbang dengan hati-hati.
Sejumlah analis menilai saham SpaceX masih menyimpan peluang cuan dalam jangka panjang, tetapi harga yang diperdagangkan saat ini sudah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang sangat besar. Karena itu, pertanyaan apakah saham ini layak dibeli sekarang tetap bergantung pada toleransi risiko dan horizon investasi masing-masing investor.
1. Saham SpaceX diperdagangkan dengan valuasi yang sangat tinggi
Saat penawaran saham perdana atau IPO, SpaceX diperkirakan memiliki valuasi sekitar US$1,8 triliun atau sekitar Rp29.286 triliun dengan kurs sekitar Rp16.270 per dolar AS. Sementara itu, pendapatan perusahaan pada 2025 diperkirakan hanya mencapai US$19 miliar atau sekitar Rp309 triliun.
Artinya, valuasi tersebut hampir 100 kali lipat dari penjualan tahunannya. Kondisi ini menunjukkan investor bukan hanya membayar kinerja saat ini, tetapi juga ekspektasi pertumbuhan dalam jangka sangat panjang.
2. Potensi cuan besar memang ada, tetapi syaratnya tidak mudah

Ada proyeksi yang menyebut investasi sebesar US$25.000 atau sekitar Rp406,75 juta dapat berkembang menjadi lebih dari US$100.000 atau sekitar Rp1,627 miliar pada 2050. Namun, skenario itu hanya mungkin terjadi jika pendapatan SpaceX tumbuh sekitar 19 persen per tahun selama kurang lebih 25 tahun.
Untuk mencapai target tersebut, nilai pasar perusahaan diperkirakan harus melonjak ke sekitar US$7 triliun atau sekitar Rp113.890 triliun. Perusahaan juga perlu menghasilkan penjualan tahunan sekitar US$1,5 triliun atau sekitar Rp24.405 triliun dengan asumsi rasio price-to-sales sebesar lima kali.
3. Skenario yang lebih realistis masih terlihat menjanjikan

Selain skenario yang sangat optimistis, ada proyeksi yang lebih moderat dengan asumsi pendapatan SpaceX tumbuh sekitar 13 persen per tahun hingga 2050. Meski lebih rendah, angka itu tetap tergolong tinggi untuk perusahaan dengan skala sebesar SpaceX.
Jika asumsi tersebut tercapai, valuasi perusahaan diperkirakan dapat mencapai sekitar US$2 triliun atau sekitar Rp32.540 triliun. Pendapatan tahunannya juga bisa naik menjadi sekitar US$400 miliar atau sekitar Rp6.508 triliun.
4. Prospeknya cerah, tetapi risikonya juga besar

Banyak investor melihat SpaceX sebagai perusahaan dengan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi. Selain memimpin industri peluncuran roket, perusahaan ini juga terus memperluas layanan Starlink ke berbagai negara.
Kombinasi dua bisnis tersebut membuat SpaceX dipandang berpeluang menjadi salah satu pemain teknologi terbesar di dunia. Meski demikian, ekspektasi yang terlalu tinggi juga menambah risiko jika pertumbuhan melambat, pesaing baru muncul, atau proyek besar tidak mencapai target.
5. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli saham SpaceX?

Sejumlah analis menilai SpaceX tetap memiliki prospek luar biasa untuk jangka panjang. Akan tetapi, valuasi yang mahal membuat sebagian potensi kesuksesan perusahaan sudah tercermin dalam harga saham saat ini.
Tim analis Motley Fool juga tidak memasukkan SpaceX ke dalam daftar 10 saham terbaik yang mereka rekomendasikan untuk dibeli saat ini. Menurut mereka, masih ada perusahaan lain yang menawarkan valuasi lebih menarik dengan peluang imbal hasil yang lebih besar.
Penilaian itu bukan berarti SpaceX merupakan investasi yang buruk, melainkan menunjukkan bahwa perusahaan hebat tidak selalu menjadi saham terbaik jika dibeli pada harga yang terlalu tinggi. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan valuasi, prospek bisnis, dan risiko sebelum mengambil keputusan.











