Padang – Aset perbankan syariah di Sumatera barat melonjak signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, aset perbankan syariah mencapai Rp13,65 triliun per Juni 2025.

Angka ini tumbuh 30,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala OJK Sumatera Barat, Roni nazra, menyebut pertumbuhan ini sebagai sinyal positif. Ia menilai, industri jasa keuangan di Sumatera Barat menunjukkan kinerja solid.

“Perbankan syariah di Sumatera barat menunjukkan performa yang luar biasa,” kata Roni, Jumat (29/8/2025).

Pertumbuhan ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II-2025 sebesar 3,94 persen.

Peningkatan aset perbankan syariah didukung oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Total penyaluran pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp11,42 triliun, tumbuh 28,72 persen secara tahunan. Sementara itu, total DPK yang berhasil dihimpun juga mengalami pertumbuhan kuat sebesar 11,84 persen, mencapai Rp10,89 triliun.

OJK juga mencatat, risiko pembiayaan pada perbankan syariah terjaga dengan baik. Rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) tercatat menurun menjadi 1,58 persen.

Angka ini turun dari 1,66 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspansi pembiayaan yang dilakukan tetap dalam koridor yang sehat dan prudent.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *