Lubuk Basung – Pemerintah pusat mengalokasikan dana Rp8,3 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Agam, selama tiga tahun ke depan.

Kepastian alokasi anggaran ini terungkap dalam rapat daring tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Jumat (26/2), yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

Bupati Agam, Benni Warlis, bersama Sekretaris Daerah dan kepala OPD terkait, turut hadir dalam rapat yang digelar di Ruang Rapat Bupati.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan pentingnya pemetaan zona rawan bencana sebagai acuan utama dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Kabupaten Agam sangat membutuhkan peta zona rawan bencana ini," ujar Rachmat, mengingat tingginya potensi risiko bencana di wilayah tersebut.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menambahkan bahwa Agam memerlukan perhatian khusus dalam proses pemulihan.

Tito menegaskan, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi harus memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana di masa depan.

Bupati Benni Warlis menyatakan kesiapan Pemkab Agam untuk mendukung penuh pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai arahan pemerintah pusat dan provinsi.

"Infrastruktur terdampak telah dimasukkan ke dalam dokumen R3P sebagai dasar perencanaan penanganan dan pemulihan," pungkas Benni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *