Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memperkuat pasokan emas dalam negeri melalui perjanjian jual beli emas (GSPA) dengan dua perusahaan tambang, dengan target tambahan pasokan hingga enam metrik ton per tahun.

Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan visi perusahaan sebagai produsen emas terpercaya dari tambang Indonesia yang dimurnikan di refinery bersertifikasi LBMA tertua.

Dalam kerja sama ini, Antam bermitra dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), yang merupakan bagian dari Grup Merdeka, masing-masing GSPA berlaku selama dua tahun, dengan volume transaksi 3 metrik ton emas per tahun.

Handi menjelaskan bahwa Antam berperan sebagai penghubung antara penambang dan pasar, mengolah hasil tambang Indonesia menjadi emas murni yang dipersembahkan kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi.

Transaksi emas granula hasil pemurnian domestik ini akan dilakukan secara terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir, serta kepastian suplai dari sumber yang jelas asal-usulnya menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan merek emas Antam.

"Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat," tegas Handi, menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan komitmen ESG perusahaan yang terus diperkuat.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri.

"GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi, sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik," pungkas Albert.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *