Pesisir Selatan – banjir dan longsor menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyebabkan 21.280 warga mengungsi hingga Kamis (26/11/2025). Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama bencana ini.

Debit air yang naik signifikan, terutama di wilayah rendah dan aliran sungai yang tersumbat, memperparah situasi.Tim gabungan dari berbagai instansi, termasuk BPBD, TNI, Polri, basarnas, PMI, Satpol PP, perangkat OPD, camat, walinagari, dan relawan nagari, dikerahkan untuk melakukan evakuasi.Prioritas utama adalah kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Kerugian sementara akibat banjir dan longsor ditaksir mencapai Rp147,6 miliar. Sebanyak 4.256 rumah terendam banjir. Dampak terhadap fasilitas umum masih dalam proses verifikasi.

Banjir meluas di tujuh kecamatan, yaitu Koto XI Tarusan, Bayang, IV jurai, Batang Kapas, Sutera, dan Lengayang. Akses jalan di beberapa wilayah dilaporkan licin dan sulit dilalui.

Pemerintah daerah telah mendirikan posko darurat di lokasi aman untuk menampung pengungsi. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, selimut, dan pelayanan kesehatan disediakan di posko tersebut.

Pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur dipercepat sebagai dasar pemulihan pascabencana. Pemetaan titik rawan banjir susulan juga tengah dilakukan.

pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memastikan dukungan tambahan,termasuk alat berat,logistik,dan tim teknis.

“Pemerintah daerah terus siaga dan memastikan seluruh warga terdampak mendapat penanganan cepat,” kata Kepala Dinas Kominfo sekaligus juru bicara pemda, Wendi.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air atau longsor,mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *