Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menutup tahun 2025 dengan kinerja positif, didorong oleh transformasi digital dan komitmen pada keuangan berkelanjutan. Transformasi digital BNI berfokus pada penguatan organisasi, peningkatan produktivitas SDM, optimalisasi jaringan, dan pemanfaatan data analytics untuk meningkatkan kualitas layanan dan customer experience.
Salah satu pilar utama transformasi digital BNI adalah pengembangan wondr by BNI, platform transaksi personal yang mencatat lebih dari 12 juta pengguna hingga akhir 2025. Engagement transaksi pada platform ini lebih tinggi dibandingkan platform sebelumnya, berkontribusi pada pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA (Current Account Saving Account).
Di segmen korporasi, BNI menyempurnakan platform BNIdirect yang menghadirkan layanan cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25 persen year-on-year (YoY), memperkuat dana giro korporasi dan memperdalam ekosistem bisnis.
Pada level internasional, BNI mempertegas perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global dengan jaringan di delapan pusat keuangan dunia dan kemitraan dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara yang mencakup 16 mata uang. Sebagai bank milik negara, BNI aktif mendukung agenda pembangunan nasional melalui pembiayaan terarah serta digitalisasi layanan keuangan di sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi desa dan UMKM.
Dalam aspek keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun, setara dengan 22 persen dari total kredit. Dana tersebut disalurkan ke berbagai sektor, meliputi energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, pengolahan air dan limbah, serta pembiayaan UMKM.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi strategi bisnis perseroan. "Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing senilai Rp5 triliun. Selain itu, BNI juga menyalurkan Sustainability Linked Loan kepada perusahaan dengan kinerja keberlanjutan yang terus meningkat. BNI juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit, menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan panduan transisi tersebut.
Melalui integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis dan operasional, BNI menegaskan posisinya sebagai pionir green banking dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transisi ekonomi hijau menuju target Net Zero Emission 2060.











