Jakarta – Sektor pertanian Indonesia mencatatkan tren positif dengan kenaikan signifikan produksi beras dan jagung sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tahun 2025 menembus angka 34,69 juta ton atau melonjak 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 30,62 juta ton.
Pencapaian tersebut ditopang oleh luas panen padi yang mencapai 11,32 juta hektare dengan total produksi gabah kering giling sebesar 60,21 juta ton.
Tren serupa juga terlihat pada komoditas jagung pipilan kering yang produksinya naik 6,74 persen menjadi 16,16 juta ton, dengan luas panen yang turut meningkat sebesar 6,35 persen menjadi 2,71 juta hektare.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras petani dan dukungan pemerintah dari sektor hulu hingga hilir.
“Produksi meningkat karena petani bekerja lebih keras dan pemerintah memperkuat dukungan dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.
Namun, ia menegaskan bahwa swasembada pangan tidak boleh hanya diukur dari angka produksi semata.
Menurut Amran, swasembada yang ideal harus mencakup ketersediaan stok yang aman, kesejahteraan petani, serta keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Swasembada berarti produksi cukup, stok aman, petani sejahtera, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau,” tambahnya.
Pemerintah memproyeksikan delapan komoditas strategis termasuk beras, jagung, gula, hingga cabai akan mencapai kondisi swasembada pada 2026.
Secara agregat, produksi sebelas komoditas strategis diproyeksikan mencapai 72,75 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 68,86 juta ton.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada tantangan pada komoditas kedelai, bawang putih, dan daging sapi yang masih memerlukan penguatan produksi domestik.
Amran menekankan agar capaian saat ini tidak membuat pemerintah berpuas diri dalam mengejar kemandirian pangan yang berkelanjutan.
“Tidak boleh ada rasa puas diri. Beras dan jagung harus terus diperkuat, sementara kedelai, bawang putih, dan daging sapi menjadi pekerjaan lanjutan,” pungkasnya.











