Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersiap mengoptimalkan kualitas tenaga kerja Indonesia menyusul kebijakan Pemerintah Jepang yang akan memberlakukan sistem pemagangan baru, Employment for Skill Development Program (ESDP), pada April 2027 mendatang.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pihaknya kini memfokuskan penguatan kompetensi calon peserta agar mampu memenuhi standar keterampilan, bahasa, hingga adaptasi budaya kerja di Jepang.

Langkah ini ditekankan Yassierli saat menerima audiensi Executive Chairman International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), Hitoshi Kanamori, di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Kami mencermati perubahan sistem tersebut yang perlu diantisipasi melalui persiapan terencana agar tenaga kerja Indonesia dapat mengikuti program dengan kompetensi yang sesuai dan memperoleh pelindungan selama berada di Jepang,” ujar Menaker.

Guna memastikan kelancaran masa transisi, Kemnaker dan IM Japan resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan kompetensi tenaga kerja dalam penyelenggaraan ESDP.

Kesepakatan tersebut mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari proses rekrutmen, pelatihan pra-pemberangkatan, hingga pendampingan peserta selama bekerja di Jepang.

Yassierli menambahkan bahwa fokus utama pemerintah bukan sekadar kuantitas pengiriman tenaga kerja, melainkan kualitas yang mumpuni.

“Karena yang perlu kita persiapkan bukan hanya jumlah peserta yang akan berangkat, tetapi juga kualitas kompetensinya. Penguasaan bahasa, keterampilan teknis, pemahaman budaya kerja, dan K3 menjadi bekal penting agar peserta mampu beradaptasi dan berkembang di lingkungan industri Jepang,” tegasnya.

Selain itu, Menaker mendorong agar kolaborasi kedua pihak terus berkembang melalui penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan nyata di industri Jepang.

Ia berharap IM Japan dapat terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor potensial guna memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengalaman kerja langsung di perusahaan Jepang,” pungkas Yassierli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *