Tanah Datar – Progres pembangunan infrastruktur pengendali lahar Gunung Marapi di Batang Malana, Nagari Sungai Jambu, kini menjadi sorotan Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda.
Dalam kunjungan kerjanya pada Jumat (23/10/2026), Zigo secara khusus menginstruksikan percepatan pengerjaan sabo dam agar rampung tepat waktu.
Ia menegaskan bahwa peningkatan intensitas kerja sangat krusial mengingat curah hujan yang mulai tinggi menjelang akhir tahun.
“Sekarang sudah mendekati akhir tahun dan musim hujan juga sudah tiba. Karena itu, percepatan pekerjaan perlu menjadi perhatian, tetapi keselamatan pekerja tetap harus diutamakan,” tegas Zigo.
Proyek strategis yang menelan nilai kontrak sekitar Rp249 miliar ini ditargetkan tuntas sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.
Zigo mengungkapkan bahwa realisasi pembangunan ini merupakan hasil dari upaya panjang yang ia dorong sejak akhir 2024 melalui koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal terkait.
“Pada akhir 2024, kita mulai mendorong agar pembangunan ini segera direalisasikan. Sekitar Februari, saya menghubungi Pak Dirjen untuk membahas percepatan pembangunan tersebut,” ungkapnya.
Saat ini, cakupan pembangunan telah diperluas dari enam titik menjadi sepuluh titik yang tersebar di wilayah Tanah Datar dan Kabupaten Agam.
Khusus di kawasan Batang Malana sendiri, terdapat tiga titik pembangunan dengan capaian progres fisik yang bervariasi antara 35 persen hingga 90 persen.
Zigo menambahkan bahwa pihaknya juga aktif menyerap aspirasi warga terkait penggunaan material agar tetap selaras dengan kondisi lingkungan setempat.
Ia pun berharap pelaksana proyek dapat bekerja lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas dan standar keselamatan kerja.
Peninjauan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Balai Cipta Karya, serta sejumlah pimpinan daerah dan anggota DPRD setempat.
Pembangunan sabo dam ini diproyeksikan menjadi benteng penting dalam memitigasi risiko bencana sedimen dan lahar bagi masyarakat di sekitar aliran Gunung Marapi.











