Aceh Tamiang – Korban banjir di Aceh Tamiang mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak. akses jalan menjadi kendala utama bagi warga.

Listrik dan jaringan komunikasi di wilayah tersebut telah pulih. Namun, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama.

“Terima kasih listrik sudah nyala, jaringan juga sudah pula sepertinya, sekarang jalan dan jembatan, jalan kampung dan pasar-pasar kami,” ujar seorang warga di pasar Kuala Simpang, Jumat (19/12).

Selain infrastruktur, warga juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir.

“Kami juga butuh banyak, rumah saja belum terurus,” kata Al, warga lainnya.

Aktivitas pasar di Kuala Simpang mulai menggeliat meski lumpur masih menggenangi beberapa area. Warga tampak beraktivitas di luar rumah, berbelanja kebutuhan sehari-hari atau sekadar melihat kondisi kota.Kepala BP BUMN meninjau lokasi yang direncanakan sebagai hunian sementara (huntara) bagi korban banjir. Bupati Aceh Tamiang telah meminta agar lahan BUMN dapat digunakan untuk membangun huntara.

Di tengah kepadatan lalu lintas,alat berat terus bekerja membersihkan lumpur dari jalanan. Pekerja di lapangan membutuhkan tambahan alat berat, mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot lumpur, dan mesin pengering untuk membersihkan perkakas rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *