Jakarta – Tim pembuat film dokumenter politik dirty Vote kembali merilis sekuel kedua berjudul “Dirty Vote o3” pada hari ini.Film berdurasi empat jam ini hadir sehari menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Film ini menganalisis dinamika oligarki dan potensi arah otoritarianisme di Indonesia.

Sutradara Dandhy Dwi Laksono menyatakan film ini berbasis riset untuk membaca arah perilaku rezim Prabowo-Gibran dan koalisinya di masa depan.

“Kami memaparkan analisis berbasis riset,” ujar Dandhy.

Film ini menggunakan kerangka o3: otot (politik), otak (hukum), dan ongkos (ekonomi) sebagai kunci penguatan kendali oligarki.

Produser Joni Aswira menjelaskan format film masih berupa explanatory documentary. Presentasi akademik dikonversi menjadi visual yang naratif dan mudah diikuti.

“Persiapan kali ini lebih panjang karena kami merumuskan temuan dari refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo-gibran,” jelas Joni.

Sekuel ini menampilkan wajah baru, seorang peneliti dan ekonom muda sebagai ‘bintang’ analisis.

Dirty Vote o3 merupakan hasil kolaborasi jurnalis, peneliti, akademisi, aktivis, dan tim kreatif.

Film ini dapat disaksikan di kanal YouTube Dirty vote.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *