Sawahlunto – Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto, cagar budaya warisan UNESCO, masih terbengkalai empat tahun setelah kebakaran. Rekonstruksi bangunan peninggalan Belanda ini direncanakan baru terealisasi pada 2026.
PT Bukit Asam Tbk UPO mengalokasikan dana sekitar Rp 22 miliar untuk merekonstruksi GPK.
"Dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali GPK yang terbakar pada 3 November 2022 mencapai sekitar Rp 22 miliar," kata General Manager PT Bukit Asam Tbk UPO, Yulfaizon Cong, baru-baru ini.
Yulfaizon menjelaskan, pembangunan kembali GPK kemungkinan akan diselaraskan dengan peresmian Hotel Bintang Empat Saka Hotel Heritage yang berlokasi di bekas Kantor Ombilin.
Namun, Yulfaizon menambahkan, saat ini direksi perusahaan masih memprioritaskan bantuan untuk penanganan bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Proses pembangunan kembali GPK bukan tanpa tantangan. Tingkat kesulitan yang tinggi menjadi kendala karena rekonstruksi harus sesuai dengan kondisi bangunan aslinya.
Sebelumnya, anggota DPR RI Andre Rosiade sempat menyampaikan bahwa GPK akan dibangun kembali pada Desember 2025.











