Jatinangor – gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa para Praja institut Pemerintahan Dalam negeri (IPDN) asal sumbar harus dipersiapkan menjadi birokrat masa depan yang berintegritas dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Menurutnya, tantangan pemerintahan ke depan hanya dapat diatasi oleh aparatur yang memiliki kompetensi tinggi, karakter kepemimpinan kuat, serta mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Mahyeldi mengingatkan bahwa tugas sebagai pamong merupakan amanah besar yang menentukan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Oleh sebab itu, ia meminta para praja untuk mulai membangun rekam jejak kepemimpinan melalui integritas dan kompetensi sejak masa pendidikan.
“Jabatan bukan tujuan akhir,melainkan sarana untuk mengabdi. Kepemimpinan dibangun dari integritas dan rekam jejak, bukan sekadar jabatan,” ujarnya saat memberikan pembekalan di Aula Fakultas Politik Pemerintahan IPDN pada Rabu (5/8/2026).
Gubernur juga menekankan bahwa birokrasi adalah tulang punggung negara yang harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan ASN tidak diukur dari posisi jabatan tertinggi melainkan dari kualitas pelayanan publik serta dampak pembangunan yang dirasakan warga.
Selain itu, Mahyeldi menyoroti kebutuhan adaptasi birokrasi terhadap perkembangan teknologi seperti pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (AI). Pelayanan publik harus cepat, tepat sasaran, efektif serta berorientasi hasil.
“transformasi digital sudah menjadi kebutuhan mendesak. Namun kunci utama tetaplah kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Dalam menghadapi persoalan strategis seperti kemiskinan hingga bencana alam, gubernur menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh unsur pemerintahan. Pemimpin dituntut hadir langsung di tengah masyarakat dengan kemampuan mengambil keputusan cepat secara kolektif.
“Sumatera Barat memiliki risiko kebencanaan tinggi sehingga aparatur harus tanggap dan siap bekerja dalam tekanan demi melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tambahnya.
Mahyeldi juga mengajak para praja menjunjung tinggi nilai-nilai kepamongprajaan serta falsafah tungku Tigo Sajarangan sebagai landasan menjaga persatuan sekaligus semangat pengabdian kepada bangsa. Ia berharap mereka dapat meneladani tokoh nasional asal Sumbar seperti Bung Hatta yang berjasa besar bagi Indonesia.
Ia pun mengingatkan pentingnya sikap jujur,rendah hati serta terbuka terhadap kritik demi menjadikan kepentingan rakyat sebagai fokus utama setiap kebijakan pemerintahannya kelak.
“Indonesia Emas 2045 membutuhkan aparatur profesional berintegritas tinggi yang mampu bekerja melewati batas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pesannya kepada calon birokrat muda tersebut.
Sementara itu Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan IPDN Budi Arwan menyambut baik kunjungan Gubernur beserta rombongan sebagai bentuk perhatian Pemprov Sumbar terhadap 75 Praja IPDN asal daerah tersebut-terdiri atas 34 Praja pratama, 22 praja Madya dan 19 Praja Utama-yang sedang menjalani pendidikan di kampus Jatinangor ini.
Audiensi berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah pejabat Pemprov Sumbar hingga alumni IPDN guna mempererat hubungan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mencetak kader birokrasi profesional siap menghadapi dinamika zaman demi mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.











