Surabaya – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mempercepat proyek pelebaran jalan Tol Surabaya-Gempol guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran lalu lintas. Hingga 2 Maret 2026, progres konstruksi telah mencapai 62,30 persen. Perusahaan menargetkan penyelesaian proyek sebelum periode mudik Lebaran.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menyatakan bahwa "pada periode tersebut pekerjaan konstruksi di lapangan akan dihentikan sementara untuk menjaga kelancaran lalu lintas," Jumat (6/3/2026). Ruas Tol Surabaya-Gempol memiliki panjang 43 kilometer dan menjadi jalur penghubung vital antara Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Malang.
Tol ini memegang peranan penting dalam konektivitas kawasan industri dan logistik di Jawa Timur, serta memberikan manfaat bagi sektor pariwisata. Tol Surabaya-Gempol menjadi akses utama menuju destinasi wisata populer seperti Malang, Batu, Pasuruan, hingga kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Ria menjelaskan, peningkatan kapasitas jalan ini krusial mengingat tingginya mobilitas kendaraan.
Jasamarga mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menerapkan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi lajur. "Sehingga pengguna jalan tetap dapat melintasi di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol dengan aman dan nyaman," ujar Ria. Proyek pelebaran jalan ini dimulai sejak Oktober 2025.
PT PP (Persero) Tbk bertindak sebagai kontraktor pelaksana. Pelebaran jalan dilakukan di Kejapanan–Gempol (KM 769+450 sampai 772+650) dengan nilai kontrak Rp 140,3 miliar. Target penyelesaian pelebaran jalan adalah 270 hari kalender atau 9 bulan.










