Jakarta – Pemerintah meningkatkan kuota impor bibit nenek ayam (Grand Parent Stock/GPS) menjadi 800 ribu ekor pada 2026 sebagai antisipasi lonjakan kebutuhan daging ayam, terutama untuk program makan bergizi gratis (MBG). Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan peningkatan kuota impor GPS ini bertujuan menjamin ketersediaan pasokan daging ayam di masa depan.
Jumlah kuota impor GPS ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 578 ribu ekor. Jumlah perusahaan yang mendapatkan kuota impor juga bertambah, dari 24 menjadi 27 perusahaan. Lonjakan kuota impor terbesar dialami oleh PT Berdikari (Persero), yang meningkat drastis dari 18 ribu ekor menjadi 95 ribu ekor. Kenaikan ini selaras dengan rencana pemerintah membangun peternakan ayam terintegrasi yang akan memasok kebutuhan program MBG. Sementara itu, kuota impor PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. sedikit menurun dari 221 ribu menjadi 220 ribu ekor. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. mencatatkan kenaikan tipis dari 163 ribu menjadi 165 ribu ekor.
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, menekankan pentingnya perencanaan jangka menengah yang akurat dalam impor GPS. Menurutnya, dampak produksi dari GPS yang diimpor pada tahun 2026 baru akan terasa sekitar 18 bulan kemudian, yaitu pada tahun 2028.
Achmad Dawami juga menyoroti perlunya harmonisasi data dan metodologi perhitungan antara Kementerian Koordinator Pangan dan Kementan. "Hal ini krusial agar ekspansi kapasitas produksi berjalan seimbang dengan pertumbuhan permintaan aktual," ujarnya. Ia mengingatkan bahwa industri perunggasan sangat rentan terhadap perubahan pasokan. Jika ekspansi pasokan lebih cepat dari permintaan, harga di tingkat peternak dapat tertekan.
Achmad Dawami menambahkan, penambahan GPS memerlukan dukungan kapasitas kandang PS dan broiler komersial, kesiapan hatchery, kecukupan suplai pakan, sistem distribusi yang efisien, serta standar biosekuriti yang ketat. Ia menyarankan pendekatan bertahap dan adaptif agar industri memiliki ruang penyesuaian yang lebih sehat.










