Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,02 persen sepanjang tahun 2025, mencapai Rp 7,57 triliun. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa aset perusahaan mencapai Rp 456 triliun, meningkat 11,64 persen secara tahunan. Penghimpunan dana juga menunjukkan tren positif, dengan DPK mencapai Rp 380 triliun, tumbuh 16,20 persen secara tahunan.

Tabungan menjadi kontributor utama dengan total Rp 163 triliun, tumbuh 15,7 persen. Tabungan haji juga mencatatkan kinerja positif dengan mencapai Rp 15,9 triliun atau tumbuh 10,03 persen secara year on year. BSI juga berhasil menjaga kualitas aset dengan rasio non-performing financing (NPF) gross di level 1,81 persen.

Transformasi digital BSI membuahkan hasil signifikan. Jumlah pengguna aplikasi BYOND melonjak 197 persen menjadi 5,9 juta pengguna. Infrastruktur layanan BSI juga ditingkatkan, dengan jumlah ATM mencapai sekitar 6.000 unit atau tumbuh 11 persen secara tahunan.

Transaksi melalui EDC, QRIS, dan BEWIZE masing-masing mencapai 563 ribu dan 43 ribu sepanjang 2025. Anggoro Eko Cahyo menyatakan dalam konferensi pers daring pada Jumat (6/2/2026), "Pertumbuhan nasabah tahun lalu mencapai 2 juta orang, ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak BSI berdiri."

Saat ini, BSI memiliki 1.049 kantor cabang, sekitar 126 ribu agen, serta 78 ribu nasabah priority banking, yang tumbuh 17 persen secara tahunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *