Jakarta – PT Pelni (Persero) memperkuat digitalisasi maritim dengan mengadopsi Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) berbasis satelit Low Earth Orbit (LEO) untuk meningkatkan konektivitas dan stabilitas armada. Kemitraan strategis dijalin bersama BuanterOne, penyedia layanan telekomunikasi satelit di bawah PT Dwi Tunggal Putra (DTP), untuk periode 2026-2029.
Penandatanganan kerja sama dilaksanakan di atas KM Nggapulu, yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (28/1/2026). Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pelni, Anik Hidayati, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata digitalisasi maritim.
"Pemanfaatan teknologi satelit LEO BuanterOne di seluruh armada Pelni adalah wujud nyata digitalisasi maritim," ujarnya. Anik menambahkan, modernisasi sistem komunikasi kapal ini juga merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
Satelit LEO beroperasi lebih dekat ke Bumi (500-1.200 km) dibandingkan satelit GEO (35.786 km), menghasilkan latensi rendah setara fiber optik (70-100 ms). Sistem ini menawarkan bandwidth tinggi dan latensi rendah, memastikan konektivitas data dan komunikasi stabil secara real-time, bahkan di perairan terpencil.
Layanan yang disediakan mencakup internet satelit LEO berkecepatan tinggi, sistem pemantauan kapal (VMS/AIS), komunikasi suara (SatPhone/VoIP), Wi-Fi kapal, dan pengelolaan perangkat jarak jauh. Implementasi SisKomKap berbasis satelit diharapkan mengoptimalkan proses bisnis Pelni dengan menghubungkan kantor pusat dan armada secara real-time.










