Makassar – Pemerintah mempercepat penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kemasan dua kilogram untuk fleksibilitas masyarakat, terutama pekerja harian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan desain kemasan sedang dimatangkan dan akan segera disetujui setelah rampung agar distribusi dapat segera dilaksanakan.

"Begitu desain kemasan 2 kilogram selesai, proses persetujuan akan langsung dilakukan tanpa penundaan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan," ujar Amran saat meninjau Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4/2026).

Amran menegaskan harga beras SPHP kemasan dua kilogram akan terjangkau, maksimal Rp12.500 per kilogram, sebagai respons terhadap aspirasi publik.

Selain itu, Amran memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) aman mendukung program SPHP sepanjang 2026. Ketersediaan beras nasional mencukupi, sehingga pemerintah menyesuaikan ukuran kemasan sesuai permintaan masyarakat.

"Ini permintaan masyarakat. Karena ada buruh harian dan kebutuhan lainnya, kita bertindak untuk rakyat agar pilihan pembelian lebih fleksibel," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menargetkan penyaluran beras SPHP sepanjang 2026 mencapai 828 ribu ton, sesuai Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026.

Pemerintah tengah mempercepat proses desain kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 2 kilogram (kg). Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas bagi masyarakat, terutama pekerja harian, dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat meninjau Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4/2026). Ia didampingi oleh Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq.

Amran menegaskan, pihaknya akan segera merampungkan desain tersebut agar distribusi dapat dilakukan tanpa penundaan. Ia berkomitmen memberikan persetujuan secepat mungkin setelah desain selesai.

"Begitu desain kemasan 2 kilogram selesai, proses persetujuan akan langsung dilakukan tanpa penundaan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan," tegas Amran.

Pemerintah menjamin harga beras SPHP ukuran 2 kg tetap terjangkau dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram. Kebijakan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang membutuhkan pilihan kemasan lebih kecil.

Selain itu, Amran memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mendukung program SPHP sepanjang tahun 2026. Menurutnya, ketersediaan beras nasional saat ini mencukupi, sehingga pemerintah hanya perlu menyesuaikan ukuran kemasan sesuai permintaan pasar.

"Ini permintaan masyarakat. Karena ada buruh harian dan kebutuhan lainnya, kita bertindak untuk rakyat agar pilihan pembelian lebih fleksibel," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menargetkan penyaluran beras SPHP sepanjang tahun 2026 mencapai 828 ribu ton. Penugasan ini didasarkan pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 guna menjaga stabilitas harga beras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *