Payakumbuh – Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Payakumbuh kini dipersiapkan untuk menjadi penggerak nilai kebangsaan sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat yang berlandaskan Pancasila.
Hal ini terungkap dalam acara Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar bersamaan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ballroom Hotel Mangkuto, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Pembinaan ideologi Pancasila (BPIP) dan Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz.
Wakil Wali Kota payakumbuh, Elzadaswarman, menegaskan pentingnya peran relawan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tata kelola pemerintahan. Ia menyatakan bahwa “Pancasila bukan sekadar falsafah atau dokumen historis, melainkan ideologi hidup yang menjadi panduan dalam berbangsa dan bernegara.”
Elzadaswarman menambahkan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut harus terlihat nyata dalam setiap kebijakan publik daerah, mulai dari pembangunan ekonomi hingga pelayanan sosial serta pemeliharaan ketertiban umum. Ia juga menggarisbawahi kekayaan budaya lokal sebagai modal kuat untuk mewujudkan hal itu,khususnya melalui falsafah Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah yang melekat pada masyarakat Minangkabau.
Menurutnya semangat gotong royong, musyawarah mufakat, persatuan serta saling menghormati adalah prinsip-prinsip sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang wajib terus dijaga dan diamalkan. Karena itu pembinaan ideologi bangsa tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah saja; keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar nilai kebangsaan dapat meresap ke berbagai lapisan kehidupan.
“Kepada para relawan yang hari ini dilatih dan dikuatkan semangatnya saya harap dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.Jadilah jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat berdasarkan nilai luhur Pancasila,” ujarnya.Elzadaswarman berharap para relawan tidak hanya memahami konsep Pancasila secara teori tetapi mampu mengimplementasikannya lewat kegiatan nyata serta keteladanan terutama di kalangan generasi muda.
Sementara itu Anggota Komisi XIII DPR RI arisal Aziz menekankan pentingnya penanaman kembali pemahaman terhadap Pancasila di tengah dinamika sosial budaya dan kemajuan teknologi yang cepat berubah. Menurut Arisal perkembangan zaman membawa peluang sekaligus tantangan bagi karakter bangsa sehingga pendidikan ideologi harus terus diperkuat.
Ia juga mengingatkan warisan budaya Minangkabau berupa falsafah Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah sebagai cerminan semangat nasionalisme sesuai jiwa Pancasila perlu dijaga kelestariannya demi diwariskan kepada generasi mendatang. “Di tengah kompleksitas zaman sekarang sering kali kita lihat bagaimana nilai luhur Pancasila mulai terkikis oleh perubahan sosial budaya maupun teknologi modern sehingga penanaman kembali menjadi suatu keharusan,” kata Arisal.
arisal memberikan apresiasi tinggi kepada para relawan karena posisinya strategis dalam menyebarkan pesan-pesan kebangsaan kepada masyarakat luas.ia berharap mereka bisa menjadi motor penggerak persatuan sekaligus membangun karakter positif generasi muda di lingkungan masing-masing. “Mari kita gunakan momentum ini untuk memperkokoh persatuan bangsa serta membentengi moral anak-anak muda melalui kecintaan terhadap pancasila sebagai pandangan hidup bernegara,” tambahnya.
acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Kodim 0306/50 Kota,Kejaksaan Negeri Payakumbuh,Polres Payakumbuh,Pengadilan Negeri Payakumbuh beserta Pengadilan Agama Kota Payakumbuh; anggota DPRD setempat; Kalapas Kelas II-B Tanjungpati; niniak mamak; mahasiswa; serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Melalui kegiatan ini keberadaan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila diarahkan bukan sekadar sosialisasi melainkan menjadi gerakan nyata hadir langsung di tengah-tengah warga melalui edukasi aktifitas keteladanan serta praktik konsisten atas nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari-hari.











