Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mendesak agar Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) diterapkan secara berbeda pada berbagai layanan digital. CIPS menekankan perlunya pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik unik setiap platform untuk menghindari regulasi yang pukul rata.
CIPS menilai bahwa PP TUNAS saat ini hanya membagi kategori risiko menjadi rendah dan tinggi, padahal setiap platform digital memiliki model bisnis dan tingkat interaksi yang berbeda. Media sosial berfokus pada interaksi sosial dan pertukaran konten, sementara permainan online melibatkan transaksi dalam aplikasi dan komunikasi real-time. Marketplace dan ride-hailing berkaitan dengan data transaksi dan keamanan fisik.
"Tanpa pendekatan perbedaan karakter layanan, regulasi berpotensi membatasi hak anak untuk mengakses informasi dan belajar di ruang digital," ujar Rasya Athalla Aaron, Research and Policy Associate CIPS, Senin (2/3/2026).
CIPS khawatir ketidakjelasan parameter akan menyulitkan pelaku usaha dalam mengenali risiko secara akurat. Tanpa indikator yang pasti, perusahaan digital kesulitan menyesuaikan fitur perlindungan yang tepat, yang berpotensi membatasi akses informasi bagi pengguna internet di bawah 18 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2024), kelompok usia ini mencapai seperempat dari pengguna internet di Indonesia.
Oleh karena itu, CIPS mendorong pemerintah dan perusahaan digital untuk bekerja sama dalam koregulasi untuk mengefektifkan PP TUNAS. "Kami juga menekankan koregulasi sebagai langkah penting agar aturan pelaksana PP TUNAS terlaksana secara efektif," kata Rasya.
Selain itu, CIPS juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital sebagai tanggung jawab bersama. Literasi digital penting bagi anak, orang tua, dan pendidik agar ruang digital dimanfaatkan secara aman dan produktif. Pendekatan yang terlalu berorientasi pada pembatasan berisiko mengurangi manfaat ruang digital tanpa memperkuat ketahanan anak secara substantif.










