Davos – Telkomsel menegaskan posisinya sebagai pendorong utama transformasi digital Indonesia di forum global melalui partisipasi aktif dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. Kehadiran Telkomsel menjadi bagian penting dari kontribusi Indonesia dalam forum tersebut.

Telkomsel hadir melalui serangkaian acara di Indonesia Pavilion dan Indonesia Incorporated Corner, sebuah inisiatif yang digagas oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN) bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Danantara. Indonesia Incorporated Corner menjadi wadah strategis untuk kolaborasi, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, BUMN, pelaku dunia usaha, hingga mitra global.

Inisiatif ini menampilkan Indonesia sebagai mitra ekonomi yang kredibel, inklusif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang, yang dinilai krusial di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, dan teknologi global yang semakin kompleks. Sebagai bagian dari TelkomGroup, BUMN strategis di sektor telekomunikasi, Telkomsel membawa perspektif implementasi nyata, melayani ratusan juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Dalam konteks pengelolaan strategis oleh Danantara, Telkomsel menunjukkan bagaimana aset strategis negara dikelola secara profesional untuk memperkuat daya saing industri sekaligus menciptakan nilai publik yang berkelanjutan. Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, hadir langsung dalam WEF Annual Meeting 2026. Ia menekankan bahwa tantangan industri telekomunikasi ke depan membutuhkan pendekatan adaptif dan berbasis teknologi.

"Kami menghadapi tantangan pertumbuhan ke depan seiring dengan pasar yang semakin matang dan cenderung jenuh," ujar Nugroho, Kamis (22/1/2026). Oleh karena itu, Telkomsel terus berupaya meningkatkan daya saing. Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi kunci dengan pendekatan yang pragmatis dan dinamis.

Nugroho menambahkan, di tengah pergeseran global dan dinamika industri yang cepat, Telkomsel terus membuka diri terhadap berbagai peluang yang paling relevan secara bisnis dan berkelanjutan. "Dalam menghadapi kondisi tersebut, kami tidak hanya mendorong pertumbuhan secara horizontal, tetapi juga mengeksplorasi peluang pertumbuhan vertikal serta kolaborasi lintas ekosistem. Di antaranya melalui WEF," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *