Melbourne – Vegemite, olesan ragi khas Australia, telah menjadi ikon budaya selama lebih dari satu abad. Olesan ini menjadi pilihan sarapan utama di Australia.

Vegemite memiliki rasa unik, yakni asin, gurih, dan sedikit pahit.

Olesan ini lahir sebagai alternatif Marmite, olesan ragi asal Inggris, saat pasokan terganggu akibat Perang Dunia I.

Pada tahun 1922,Dr. Cyril Callister, seorang ahli kimia di melbourne, menciptakan Vegemite.Setahun kemudian, produk ini dipasarkan dan terus menjadi bagian penting dari budaya Australia.

Vegemite terbuat dari ekstrak ragi sisa pembuatan bir, garam, ekstrak sayuran (bawang bombai, wortel, seledri), dan rempah-rempah.

Proses pembuatannya melibatkan pengolahan sisa ragi menjadi pasta kental berwarna gelap. Vegemite kaya akan vitamin B, menjadikannya pilihan sarapan bergizi.

Masyarakat Australia menikmati Vegemite dengan mengoleskannya tipis-tipis pada roti panggang yang sudah dilapisi mentega.

“Menurut saya Vegemite kurang diminati di Indonesia, karena rasanya yang pahit, dan kadang cenderung asin,” ujar Shadiq, seorang mahasiswa Universitas andalas.

Selain sebagai olesan roti, Vegemite juga dapat diolah menjadi bir rumahan yang murah dan bergizi, menurut penelitian University of Queensland.

Penelitian tersebut menemukan bahwa Vegemite steril dan memberikan nutrisi esensial selama fermentasi.

Meskipun rasanya tidak cocok untuk semua lidah, Vegemite tetap menjadi simbol kebanggaan dan tradisi masyarakat Australia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *