Padang – DPRD Kota Padang menyoroti proposal anggaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang diajukan oleh KONI setempat, menilai kurang proporsional.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Khalidi Al Khair, menyatakan proposal tersebut kurang rinci dan meminta KONI Padang segera memberikan rincian anggaran yang diajukan.
"Saya melihat dari proposal KONI Padang ini kurang proporsional, sepertinya saya bagaikan membaca ‘Kitab Tak Babarih’," ujar Khalidi saat rapat di Gedung DPRD Padang, Senin (2/2/2026).
Khalidi mempertanyakan rincian cabang olahraga (cabor) dan jumlah atlet yang akan berpartisipasi dalam Porprov dengan anggaran Rp 29 miliar.
"Seharusnya ada perincian yang jelas, dengan anggaran Rp 29 miliar ini, cabornya apa saja dan berapa dananya," tegasnya.
Khalidi menekankan pentingnya penyelenggaraan Porprov yang maksimal, mengingat Kota Padang merupakan etalase Provinsi Sumatera Barat dan selalu menjadi langganan juara umum.
Sekretaris Umum KONI Padang, Tri Junaidi Putra, menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan dan meminta waktu untuk memberikan paparan lebih detail.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Padang, Corry Saidan, menjelaskan bahwa pelaksanaan Porprov disepakati pada 2 Oktober mendatang dan anggarannya akan disetujui dalam APBD Perubahan 2026.
Corry juga meminta KONI Padang segera menyusun proposal pelaksanaan Porprov secara detail dan intens berkomunikasi dengan KONI Sumatera Barat.
Sebagai tuan rumah bersama, Kota Padang diperkirakan akan mempertandingkan 20 cabang olahraga dengan perkiraan anggaran Rp 29 miliar.











