Karanganyar – Pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Jawa Tengah melalui perbaikan jalur Palur-Sragen sepanjang 2 kilometer dengan perkerasan beton oleh Kementerian PUPR. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi banjir akibat luapan air irigasi saat musim hujan.
Novi Krisniawati, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Jawa Tengah, menjelaskan bahwa perbaikan jalan dilakukan pada Kilometer 13 hingga Kilometer 15. Jalan yang semula berupa aspal akan dibeton setinggi 30 sentimeter. "Penanganan di lokasi ini juga dilakukan karena sudah lama tidak diperbaiki," kata Novi saat ditemui di Jalan Raya Solo-Sragen, Kamis (12/3/2026).
Menurut Novi, jalan yang diperbaiki merupakan jalur lintas tengah yang menghubungkan Jawa Tengah ke Jawa Timur dan Yogyakarta. Kondisi jalan yang rusak dengan banyaknya lubang menjadi alasan utama perbaikan. Jalan ini juga menjadi jalur lalu lintas berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk bermuatan berat. Alih fungsi lahan di sekitar jalan juga menyebabkan air tidak dapat terserap maksimal ke dalam tanah.
Proyek perbaikan jalan ini menelan anggaran Rp 118,9 miliar dan direncanakan sepanjang 9 kilometer. Prioritas utama adalah menyelesaikan 2 kilometer jalan untuk antisipasi banjir saat arus mudik dan balik Lebaran. Kontrak proyek ini telah berjalan sejak 2025 dan dijadwalkan serah terima pada 2 April 2027.
Novi menambahkan, perbaikan jalan akan terus dilakukan setelah Lebaran. Saluran air juga akan ditutup dengan beton U-ditch. "Saat ini, kemajuan proyek telah mencapai 41 persen dengan deviasi positif sebesar 16,7 persen," pungkas Novi.










