Jakarta – Serangan siber berevolusi dengan cepat berkat kecerdasan buatan (AI), membuatnya lebih sulit dideteksi. Peningkatan kemampuan AI dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk meningkatkan efektivitas serangan di dunia maya.

AI memungkinkan penjahat siber mengotomatiskan serangan skala besar, meningkatkan kompleksitas ancaman bagi organisasi.

Clara Hsu, Indonesia Country Manager di Synology Inc., menyatakan bahwa serangan siber yang dulunya manual, kini otomatis berkat AI.

Evolusi ini terlihat pada jenis serangan seperti phishing, pencurian kredensial, dan ransomware.

Contohnya, email phishing yang dulu mudah dikenali karena kesalahan ejaan, kini sangat meyakinkan berkat AI dan Machine Learning.

Penjahat siber mengumpulkan informasi dari sumber terbuka, seperti situs perusahaan dan media sosial, untuk membuat pesan yang relevan dan personal.

"AI menghilangkan banyak tanda peringatan yang dulu sering digunakan orang untuk mengenali phishing," pungkas Hsu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *