Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran kredit infrastruktur, mencapai Rp 491,63 triliun per Februari 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 30,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 375,85 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, menyatakan bahwa penyaluran kredit ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. "Capaian ini mencerminkan keunggulan kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan komprehensif dari hulu hingga hilir," ujarnya.
Riduan meyakini bahwa pembangunan infrastruktur yang terus digenjot pemerintah menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta menciptakan kesejahteraan yang merata. Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan ke berbagai subsektor strategis, termasuk jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi. Proyek-proyek yang didanai mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api.
Secara rinci, subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp 118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45 persen secara tahunan. Sementara itu, subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19 persen yoy menjadi Rp 85,84 triliun.
Selain itu, pembiayaan pada sektor pembangunan jalan juga mengalami peningkatan sebesar 11,08 persen secara tahunan menjadi Rp 54,84 triliun. Riduan menegaskan bahwa pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional guna meningkatkan efisiensi ekonomi.










