Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi memprioritaskan penataan pasar sebagai fokus utama di awal tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan hal ini saat memimpin apel gabungan awal tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan BUMD di lingkungan Pemko Bukittinggi, pada Jumat (2/1), di halaman balaikota.
Ramlan menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan telah disiapkan selama 10 bulan masa jabatannya bersama Wakil Walikota Ibnu Asis di tahun 2025. Memasuki tahun 2026, ia menginstruksikan seluruh SKPD untuk menyiapkan dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
"Setiap SKPD wajib menyampaikan laporan kinerja tertulis setiap bulan sebagai bahan evaluasi bersama," tegasnya.
Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Ramlan menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama dalam pembenahan, pemeliharaan, dan penataan kota. Terkait dengan penurunan APBD, walikota menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menghambat jalannya pembangunan.
"Pembangunan harus tetap berjalan sesuai dengan program prioritas," ujarnya.
Ramlan mengingatkan seluruh jajaran Pemko Bukittinggi untuk terus memberikan solusi kepada masyarakat dan memberikan pelayanan yang terbaik.
"Perbaiki kinerja di tahun ini. Tahun 2025 dan 2026 akan dievaluasi bersama demi peningkatan pelayanan dan pembangunan Kota Bukittinggi," pungkasnya.











