Pariaman – Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sakayan Paku, Padang Pariaman. Tim dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UM Sumbar bersama LPPM UM Sumbar terjun langsung ke lokasi bencana pada Rabu (24/12).
Desa Sakayan Paku menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana alam tersebut. UM Sumbar memberikan pendampingan psikososial dan spiritual, edukasi kebencanaan, serta penguatan mental dan emosional bagi para korban. Fokus pendampingan ditujukan kepada anak-anak dan remaja, kelompok yang paling rentan mengalami trauma pascabencana.
Kegiatan yang dilakukan meliputi konseling, motivasi keagamaan, menggambar, permainan relaksasi, dan pembagian bantuan kemanusiaan. Ketua LPPM UM Sumbar, Fadil Maiseptian, menjelaskan kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan korban sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa.
Tim PKM Psychosocial Support UM Sumbar juga bertugas di Kampung Lapai, Kota Padang, untuk memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat terdampak bencana. Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran tim UM Sumbar dan berharap kegiatan pendampingan ini dapat terus berlanjut.
Kegiatan ini didukung oleh Dana Hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. UM Sumbar menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang responsif, humanis, dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman serta kemanusiaan.










