Jakarta – Kekhawatiran membayangi peritel menjelang Lebaran 2026, dengan pasokan barang impor ke pusat perbelanjaan terancam terlambat dan berpotensi mengganggu penjualan. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyampaikan keluhan ini.

"Mungkin Lebaran ini kami agak terganggu untuk penjualannya," ujar Budihardjo saat membuka program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Budihardjo menjelaskan kondisi ini berbanding terbalik dengan stok barang lokal yang aman, namun tidak merinci jenis barang impor yang terlambat.

Hippindo berharap program BINA Lebaran 2026 dapat mendongkrak penjualan ritel, melibatkan 800 merek dan 80 ribu toko yang menjual beragam produk. Sejumlah promo menarik, termasuk Midnight Sales, akan digelar mulai 6 hingga 30 Maret 2026, dengan tujuan meningkatkan daya beli masyarakat.

"Terpenting adalah konsumsi dalam negeri kita berusaha memenuhi stok," tegas Budihardjo.

Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan. "Itu masing-masing pengusaha ya, bukan komoditas," jelas Airlangga, menegaskan bahwa barang yang terlambat masuk bukan termasuk komoditas impor utama.

Airlangga tetap optimistis penjualan tahun ini akan meningkat dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026. Namun, ia mengakui adanya tantangan global berupa perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.

"Kita belum tahu berapa lama perang terjadi dan berapa lama transportasi terganggu, terutama dari Timur Tengah," pungkas Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *