Tegal – Pemudik yang akan melintasi Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Lebaran 2026-2027 diimbau meningkatkan kewaspadaan. Meski jalur mudik dinyatakan siap, sejumlah titik rawan macet dan kecelakaan perlu diantisipasi.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Yogyakarta mencatat, terdapat 46 titik rawan macet dan kecelakaan di sepanjang jalan nasional. Selain itu, terdapat 23 titik rawan bencana di Jawa Tengah, meliputi 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor.
Kepala Bidang Preservasi I BBPJN Jawa Tengah-Yogyakarta, Fajar Triawan, menyampaikan hal ini di Posko Terpadu Klonengan, Margasari, Kabupaten Tegal, Kamis (12/3/2026).
Fajar memastikan, "94,20 persen jalur di wilayah Jawa Tengah hingga Yogyakarta siap dilintasi pemudik."
Total panjang jalan di wilayah ini mencapai 1.888,69 kilometer yang terdiri dari 296 ruas.
Di Jawa Tengah, jalan nasional sepanjang 1.581,45 kilometer dinyatakan 93,47 persen siap dilalui pemudik. Sementara itu, di Yogyakarta, jalan sepanjang 307,24 kilometer dinyatakan 97,96 persen siap dilalui.
Sejumlah titik rawan kecelakaan tersebar mulai dari Brebes hingga Semarang di jalur pantai utara. Potensi kemacetan diperkirakan terjadi di jalur selatan Brebes menuju Kabupaten Tegal atau di sekitar Flyover Klonengan.
Kementerian Pekerjaan Umum mendirikan 18 posko yang tersebar di semua ruas jalur jalan nasional untuk mengantisipasi pemudik kelelahan. Posko-posko ini dipimpin oleh masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan.
Pekerjaan konstruksi akan dihentikan sementara pada H-10 Lebaran 2026-2027. Namun, perbaikan jalan seperti penambalan jalan berlubang akan tetap dilakukan.











