Probolinggo – Warga Probolinggo dan sekitarnya dapat bersiap menyambut pengoperasian KRL Commuter Line rute Surabaya-Probolinggo yang ditargetkan sebelum Lebaran 2026. Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan audiensi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait realisasi proyek ini.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa kehadiran KRL ini akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat antara Probolinggo dan Surabaya. "Ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," kata Aminuddin, Jumat (9/1/2025).

Kemenhub sendiri telah menyetujui usulan perpanjangan rute Commuter Line Surabaya-Pasuruan hingga Stasiun Probolinggo. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut dan akan melakukan kajian mendalam terhadap potensi Stasiun Probolinggo. "Kami akan melihat kesiapan kereta Commuter Indonesia," ujar Allan.

Kemenhub akan mengevaluasi kebutuhan penambahan sarana dan prasarana, serta memastikan standar pelayanan tetap terjaga. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, Arif Anwar, menjelaskan bahwa perpanjangan relasi dari Pasuruan ke Probolinggo mencapai 38,6 kilometer. Tingginya angka penumpang menjadi salah satu alasan utama permohonan perpanjangan rute ini.

Rencananya, Kemenhub akan mengoperasikan Commuter Line sebanyak dua kali sehari. Jadwal keberangkatan awal dari Surabaya pukul 01.50 WIB, tiba di Probolinggo pukul 03.45 WIB. Keberangkatan dari Probolinggo pukul 04.10 WIB, tiba di Surabaya pukul 06.42 WIB. Untuk keberangkatan malam, dari Surabaya pukul 21.22 WIB, tiba di Probolinggo pukul 23.36 WIB.

Guna merealisasikan perpanjangan rute ini, Pemkot Probolinggo akan bekerja sama dengan KAI dan KCI untuk melakukan kajian terkait potensi penumpang dan sarana yang dibutuhkan. Selain itu, penyesuaian izin operasi, Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Public Service Obligation (PSO) juga akan menjadi fokus perhatian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *