Jakarta – Sinyalemen pertukaran posisi antara Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menguat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengindikasikan hal tersebut usai menerima kunjungan Juda Agung di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).
Indikasi ini muncul setelah Juda Agung mengundurkan diri dari BI pada 13 Januari 2026. "Kayaknya switch ya kelihatannya. Kayaknya begitu, switch kelihatannya," kata Purbaya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Purbaya menuturkan, proses pengisian jabatan baru di BI diperkirakan rampung sebelum Februari 2026. "Saya denger seharusnya sebelum Februari sudah beres semua tuh," ungkapnya.
Sebelumnya, Juda Agung telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto. Thomas Djiwandono menjadi salah satu nama yang diusulkan sebagai calon pengganti.
Selain Thomas, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono juga masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI.
Komisi XI DPR RI akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan ( fit and proper test ) terhadap para calon. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menargetkan fit and proper test selesai pada 26 Februari 2026.
"Supaya bisa dibawa ke Paripurna hari Selasa, 27 Januari," ujar Misbakhun. Misbakhun menegaskan, keputusan terkait posisi Juda Agung setelah pengunduran dirinya sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo. "Masuknya Pak Juda atau apapun untuk jabatan beliau, itu semuanya kewenangan Bapak Presiden," pungkas Misbakhun.











