Padang – Wali Kota Padang Fadly Amran melepas 312 mahasiswa Universitas Ekasakti-Akademi Akuntansi Indonesia (UNES-AAI) yang akan bertugas sebagai Tim Verifikator Lapangan Padang Rancak Award 2026.

Pelepasan berlangsung di halaman Rektorat Kampus UNES, Rabu (22/4/2026). Para mahasiswa akan turun memverifikasi penilaian program kebersihan dan lingkungan yang mencakup RW, RT, Bank sampah, hingga Lembaga Pengelola Sampah (LPS) terbaik.

Penilaian Padang Rancak Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 April hingga 5 Mei 2026. Pemenang akan diumumkan pada 6 Mei 2026.

Fadly mengapresiasi UNES yang kembali terlibat melalui program pengabdian kepada masyarakat. menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi penting untuk membentuk mahasiswa agar mampu memberi manfaat nyata di lingkungan sosial.

“Peran perguruan tinggi saat ini harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, sejalan dengan program Kemendikti Saintek, yaitu Kampus berdampak. Generasi muda dituntut untuk mampu berkontribusi nyata di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Ia menegaskan, Padang Rancak Award menjadi langkah konkret Pemerintah Kota Padang untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program itu juga disebut sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju lingkungan ASRI, yakni Aman, Sehat, Rapi, dan Indah.

Fadly pun mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi agar target tersebut tercapai.

“Mari kita bersinergi dan berkolaborasi. Kita wujudkan Padang menjadi kota terbersih nomor satu di Indonesia, di mana pada penilaian tahun sebelumnya kita berada di posisi delapan secara nasional,” kata Fadly Amran, didampingi Kadis Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta.

Di sisi lain,Rektor UNES Sufyarma Marsidin mengatakan para mahasiswa sudah disiapkan untuk menjalankan fungsi verifikasi di lapangan. Mereka akan disebar ke 104 kelurahan di Kota Padang agar penilaian berjalan objektif dan sesuai ketentuan.

Sufyarma berharap para mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga ikut mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menambahkan, pengalaman itu juga menjadi sarana pembentukan karakter mahasiswa melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap mereka mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,serta berperan aktif dalam memotivasi masyarakat untuk membangun budaya bersih. Di samping itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menanamkan nilai bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *