Lubuk Basung – Galodo susulan kembali menerjang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat (3/1), menyebabkan sekitar 300 warga dievakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa galodo kali ini memiliki dampak yang lebih besar dari kejadian sebelumnya dengan intensitas yang lebih tinggi.

"Galodo susulan ini menerjang permukiman warga dan intensitasnya lebih besar dari kejadian awal," ujar Benni Warlis saat berdialog dengan TV One dari Posko Komando Tanggap Darurat Kabupaten Agam.

Pemerintah Kabupaten Agam bergerak cepat melakukan evakuasi untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Sekitar 300 jiwa sudah kita evakuasi dan diungsikan ke sekolah serta masjid yang dinilai aman dari ancaman bencana," jelasnya.

Galodo yang terjadi berulang kali sempat melumpuhkan akses jalan utama Lubuk Basung-Bukittinggi.

Meskipun sempat dibersihkan, akses jalan kembali tertutup akibat galodo susulan. Namun, cuaca cerah memungkinkan alat berat beroperasi dan diharapkan akses jalan kembali terbuka.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, beserta tim telah meninjau langsung lokasi bencana.

Benni Warlis berharap penanganan bencana dapat dilakukan secara komprehensif, tidak hanya di hilir tetapi juga memetakan hulunya dan menentukan langkah teknis yang tepat.

Bupati menjelaskan, galodo terjadi berulang kali karena kondisi hulu sungai yang sudah jenuh akibat curah hujan tinggi. Bahkan, getaran kecil saja dapat memicu terjadinya bencana.

Pada hari yang sama, banjir juga melanda sungai asam Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, merendam belasan rumah warga. Warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi pengungsian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *