Batang – Pemerintah meresmikan pengaliran gas bumi (gas-in) pipa transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap 2 di Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3), sebagai upaya memperkuat infrastruktur energi nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan proyek ini aman dan bebas kebocoran setelah serangkaian uji coba.
"Setelah dilakukan proses uji coba pada setiap ruas titik yang ada dan Alhamdulillah itu relatif aman, tidak ada kebocoran," kata Yuliot dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2026).
Proyek Cisem Tahap 2 menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memperkokoh fondasi energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Yuliot menjelaskan, pemerintah terus berupaya melakukan eksplorasi dan pengembangan sumur produksi yang sebagian besar menghasilkan gas bumi.
Nantinya, sumber gas dari kawasan timur Indonesia, Andaman, dan Natuna akan diintegrasikan ke dalam sistem transmisi gas nasional.
Integrasi ini diharapkan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, dan kawasan komersial, serta mempercepat aktivitas ekonomi di wilayah yang dilalui jaringan pipa.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menambahkan, pipa sepanjang 302 kilometer dari Semarang hingga Kandang Haur Timur, Cirebon, telah siap menyalurkan gas ke konsumen.
Sejumlah pengguna, seperti Kilang Balongan dan PT Cikarang Listrindo Tbk, telah menyatakan minat untuk memanfaatkan pasokan gas ini.
Proyek Cisem merupakan bagian dari integrasi jaringan pipa transmisi gas antara Sumatera dan Jawa.
Dengan selesainya tahap kedua ini dan rencana pembangunan pipa Dumai-Sei Mangkei dalam dua tahun mendatang, jaringan transmisi gas antarpulau ditargetkan terhubung penuh.
Integrasi ini memungkinkan daerah dengan surplus gas, seperti Jawa Timur, menyalurkan pasokan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Pemerintah memperkirakan, keterhubungan ini akan meningkatkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik yang saat ini sekitar 65 persen, sekaligus mengurangi porsi ekspor.











