Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatatkan realisasi anggaran menggembirakan dengan serapan mencapai Rp 51,5 triliun pada tahun 2025. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa angka ini setara dengan 72,5 persen dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 71 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thoma Djiwandono mengungkapkan bahwa manfaat langsung yang dirasakan masyarakat mencapai Rp 43,3 triliun dari total realisasi anggaran hingga 31 Desember 2025. "Manfaat yang langsung diterima masyarakat adalah Rp 43,3 triliun dari realisasi anggaran per 31 Desember 2025 sebesar Rp 51,5 triliun," kata Thoma dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Program MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat hingga 7 Januari 2026. Sebanyak 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dengan melibatkan 789.319 pekerja.
Pada tahun 2026, anggaran program MBG mencapai Rp 335 triliun, termasuk dana cadangan sebesar Rp 67 triliun. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat menjadi 82,9 juta jiwa pada tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi program MBG akan menjadi program dengan penyerapan anggaran tercepat pada kuartal pertama 2026. "Yang saya yakin MBG duluan karena udah jalan, kan, sekolahnya," ujar Purbaya.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran program MBG merata di seluruh desa pada tahun 2026. "InsyaAllah tahun 2026 seluruh desa di Indonesia akan menerima MBG," kata Prabowo saat menghadiri acara panen raya di Karawang (7/1/2026). Program ini menyasar pelajar, ibu hamil, hingga lansia.










