Bekasi – Pemerintah meningkatkan pemantauan jalur Tol Trans Jawa dalam rangka persiapan menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026. Langkah antisipatif ini diambil untuk menjamin kelancaran perjalanan para pemudik.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung situasi arus mudik pada Kamis (19/3/2026). Pemantauan dilakukan dari Kantor Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.
Agus menyatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada hari Kamis. Gelombang puncak sebelumnya juga telah diantisipasi pada Sabtu (14/3/2026), Minggu (15/3/2026), dan Rabu (18/3/2026).
"Kami juga mengantisipasi segala bentuk insiden, termasuk juga cuaca dipantau secara 24 jam, bekerja sama tentunya dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), dan para petugas yang ada di lapangan," ujar Agus.
Berdasarkan pantauan langsung melalui CCTV dan laporan konferensi video, kepadatan lalu lintas terpantau di beberapa titik. Titik-titik tersebut meliputi Kilometer (Km) 70 Cikatama (Karawang, Jawa Barat), Kalikangkung (Semarang, Jawa Tengah), dan Gerbang Tol Prambanan (tol fungsional Yogyakarta-Solo, Jawa Tengah).
"Secara umum terpantau melalui CCTV, ramai tapi lancar. Ini terus kita kawal hingga nanti benar-benar surut," kata Agus.
Operasi Ketupat, yang melibatkan kolaborasi antara Polri, Kemenko IPK, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Jasa Marga, bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik. Fokus utama pengamanan jalur mudik adalah jalur yang mengarah ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Agus berharap seluruh kegiatan mudik Lebaran berjalan lancar dan pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat. Pemerintah juga akan mengawal arus balik setelah Lebaran.











