Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh tengah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 dengan tujuan mendorong transformasi sosial ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menekankan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan kota. Hal ini disampaikan saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) RKPD 2027 di Aula Bappeda Kota Payakumbuh, Jumat (30/01/2026).

Elzadaswarman menilai forum konsultasi publik sebagai wadah strategis untuk menghimpun masukan dalam rangka menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah. Ia menyoroti pentingnya perencanaan yang cermat dan berbasis data, mengingat keterbatasan sumber daya alam yang dimiliki Kota Payakumbuh.

"Dengan kondisi sumber daya alam yang terbatas, kita harus menyusun perencanaan secara tepat agar belanja daerah lebih efektif, efisien, dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Elzadaswarman memaparkan capaian indikator makro pembangunan Kota Payakumbuh yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh tercatat sebesar 4,70 persen pada 2023 dan 4,53 persen pada 2024, dengan target peningkatan menjadi 5,02 persen pada 2025.

Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita terus mengalami peningkatan, dari Rp49,88 juta pada 2019 menjadi Rp62,02 juta pada 2023 dan Rp64,21 juta pada 2024. Pemerintah daerah menargetkan PDRB per kapita mencapai Rp72,02 juta pada 2025.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka pada 2024 berada di angka 4,87 persen dan pada 2025 tercatat sebesar 4,96 persen. Sementara itu, angka kemiskinan terus menurun dari 5,44 persen pada 2023 menjadi 5,19 persen pada 2024 dan kembali turun menjadi 4,95 persen pada 2025.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Payakumbuh juga menunjukkan peningkatan signifikan, dari 77,42 pada 2014 menjadi 81,62 pada 2025. Pencapaian ini menempatkan Payakumbuh dalam tiga besar daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Bappeda Kota Payakumbuh, Syafwal, menjelaskan bahwa RKPD 2027 disusun melalui pendekatan partisipatif, teknokratik, dan politis, serta mengacu pada dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah daerah.

Syafwal menegaskan bahwa tema RKPD 2027 selaras dengan arah pembangunan Provinsi Sumatera Barat dan Rencana Kerja Pemerintah Nasional, dengan fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia dan layanan publik.

"Kami berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan penguatan sektor-sektor strategis berbasis potensi lokal," kata Syafwal.

Forum tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, perwakilan DPRD Kota Payakumbuh, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta tokoh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *